pengertian E commerce, goverment dan library

E Commerce adalah kegiatan – kegiatan bisnis dengan tujuan mengambil keuntungan seperti penjualan, pembelian, pelayanan, informasi, dan perdagangan melalui perantara yaitu melalui suatu jaringan computer, terutama internet.

Bentuk E Commerce…

Ada beberapa bentuk E Commerce seperti…

BUsiness to business (B2B)

B2B adalah tipe e commerce yang mengutamakan kerjasama transaksi antar perusahaan dengan menggunakan media elektronik

Collaborative Commerce (C Commerce)

Dalam C Commerce, partner bisnis saling bekerjasama secara elektronik.kerjasama ini biasanya terjadi sepanjang rantai produksi suatu barang atau jasa, misalnya produsen dengan distrbutornya.

Bussiness to Consumers (B2C)

Pada B2C, pihak penjual adalah organisasi, sedangkan pihak pembeli biasanya individu

Consumers to business (C2B)

C2B dapat mungkin konsumen membuat request akan kebutuhannya terhadap sebuah barang atau jasa kemudian organisasi atau perusahaan bersaing untuk menyediakan barang atau jasa tersebut kepada konsumen.

Consumers to Consumers (C2C)

Transaksi antar individu seperti menjual produk atau jasa kepada individu lain

IntraBusiness Commerce

Penggunaan E Commerce dalam lingkup internal perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja dan operasi

Government to Citizens (G2C)

Pelayanan pemerintah terhadap warga negaranya melalui teknologi E Commerce, selain itu.dapat digunakan untuk kerjasama antara pemerintah dengan pemerintah lain atau dengan perusahaan

Mobile Commerce

Mobile Commerce memungkinkan penggunaan E Commerce tanpa kabel, seperti mengakses internet melalui handphone.

http://cezhar.wordpress.com/2008/01/24/apa-itu-e-commerce/

Apa itu E-Government ?

Dewasa ini dikoran-koran, majalah-majalah sering kita mendengar kata-kata Electronic Government atau lazim ditulis E-Government dan sering pula disingkat dengan E-Gov, sangat gencarnya pemerintah pusat mensosialisasikan EGovernment, membuat beberapa lembaga negara mencoba menerapkan e-government berdasarkan persepsi masing-masing. Namun, sebenarnya, apa yang dikembangkan oleh sebagian besar lembaga negara itu sebatas membuka situs internet semata. Parahnya, banyak penanggung jawab lembaga negara, mulai pemerintahan desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi, menganggap bahwa pengertian e-government adalah menampilkan lembaga negara di internet semata. Jika Anda sempat melongok internet, maka Anda akan menemukan hampir semua lembaga negara telah memiliki portal di internet. Namun, maaf, jangankan menemukan bentuk e-government di situ, tapi apa yang tampil di situs internet milik lembaga negara itu saja tidak bermanfaat banyak bagi masyarakat. Sebab, isi website mereka rata-rata hanyalah menu struktur lembaga atau sedikit informasi letak geografis, profil dan Sumber daya sebuah provinsi atau kabupaten. Lalu apa itu E-Government ?, artikel dibawah ini disunting dari situs resmi Kementrian Komunikasi dan Informasi RI yang semoga dapat memberikan kita sedikit gambaran tentang apa dan bagaimana E-gov tersebut.

Apa yang dimaksud dengan e-government ?

Upaya untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis (menggunakan) elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.

Mengapa perlu e-government ?

Pada saat ini Indonesia tengah mengalami perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara secara fundamental, dari sistem kepemerintahan yang otoriter dan setralistik menuju ke sistem kepemerintahan yang demokratis, dan menerapkan perimbangan kewenangan pusat dan daerah otonom. Perubahan yang tengah terjadi tersebut menuntut terbentuknya kepemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif. Sistem manajemen pemerintah yang selama ini merupakan sistem hirarki kewenangan dan komando sektoral yang mengerucut dan panjang, harus dikembangkan menjadi sistem manajemen organisasi jaringan yang dapat memperpendek lini pengambilan keputusan serta memperluas rentang kendali.

Pemerintah harus mampu memenuhi dua modalitas tuntutan masyarakat yang berbeda namun berkaitan erat, yaitu :

Kesatu, Masyarakat menuntut pelayanan publik yang memenuhi kepentingan masyarakat luas di seluruh wilayah Indonesia, dapat diandalkan dan terpercaya, serta mudah dijangkau secara interaktif;

Kedua, Masyarakat menginginkan agar aspirasi mereka didengar, sehingga pemerintah harus memfasilitasi partisipasi dan dialog publik di dalam perumusan kebijakan negara.

Untuk mengembangkan sistem manajemen dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka pemerintah dan pemerintah daerah otonom harus segera melaksanakan proses transformasi menuju e-government. Melalui pengembangan e-government, dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dan pemerintah daerah otonom dengan cara:

Kesatu, mengoptimasikan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi untuk mengeliminasi sekat-sekat organisasi dan birokrasi;

Kedua, membentuk jaringan sistem manajemen dan proses kerja yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu, untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik yang harus disediakan oleh pemerintah.

Apa yang dilakukan di dalam pengembangan e-government ?

Melalui pengembangan e-government, dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dan pemerintah daerah otonom dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup dua aktivitas yang saling berkaitan, yaitu ;

Kesatu, Pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis;

Kedua, Pemanfaatan kemajuan teknologi informasi agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah negara.

Untuk melaksanakan maksud tersebut, pengembangan e-government diarahkan untuk mencapai empat tujuan, yaitu ;

Pembentukan jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang memiliki kualitas dan lingkup yang dapat memuaskan masyarakat luas serta dapat terjangkau di seluruh wilayah Indonesia pada setiap saat tanpa dibatasi oleh sekat waktu dan biaya yang terjangkau oleh masyarakat;

Pembentukan hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk meningkatkan perkem-bangan perekonomian nasional dan memperkuat kemampuan menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional;

Pembentukan mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara serta penyediaan fasilitas dialog publik bagi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam perumusan kebijakan negara;

Pembentukan sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien serta memperlancar transaksi dan layanan antar lembaga pemerintah dan pemerintah daerah otonom.

Bagaimana kondisi pengembangan e-government saat ini di Indonesia ?

Saat ini telah banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom yang berinisiatif mengembangkan pelayanan publik melalui jaringan komunikasi dan informasi dalam bentuk situs web. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi, mayoritas situs web Pemerintah Daerah Otonom masih berada pada tingkat pertama (persiapan) dan hanya sebagian kecil yang telah mencapai tingkat dua (pematangan), sedangkan tingkat tiga (pemantapan) dan empat (pemanfaatan) belum tercapai.

Bagaimana strategi pengembangan e-government ?

Berdasarkan pertimbangan kondisi saat ini yang ada di pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom, pencapaian tujuan strategis e-government perlu dilaksanakan melalui enam strategi yang berkaitan erat satu sama lain, yaitu :

Kesatu, Mengembangkan sistem pelayanan yang andal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas.

Kedua, Menata sistem manajemen dan proses kerja pemerintah dan pemerintah daerah otonom secara holistik.

Ketiga, Memanfaatkan teknologi informasi secara optimal.

Keempat, Meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi.

Kelima, Mengembangkan kapasitas SDM, baik pada pemerintah maupun pemerintah daerah otonom, disertai dengan meningkatkan e-literacy masyarakat.

Keenam, Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan-tahapan yang realistik dan terukur.

Bagaimana langkah pelaksanaan e-government ?

Pengembangan e-government harus dilaksanakan secara harmonis dengan meng-optimalkan hubungan antara inisiatif masing-masing instansi, dan penguatan kerangka kebijakan untuk menjamin keterpaduannya dalam suatu jaringan sistem manajemen dan proses kerja. Pendekatan ini diperlukan untuk mensinergikan dua kepentingan, yakni :

Kesatu, Kepentingan pendayagunaan pemahaman dan pengalaman masing-masing instansi tentang pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat;

Kedua, Kepentingan untuk penataan sistem manajemen dan proses kerja yang terpadu.

Bagaimana kerangka arsitektur e-government ?

Untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan informasi elektronik dalam rangka mengembangkan pelayanan publik yang transparan, pengembangan e-government pada setiap instansi harus berorientasi pada kerangka arsitektur dibawah ini.

Kerangka arsitektur e-government terdiri dari empat lapis struktur, yakni :

Kesatu, Akses. Jaringan telekomunikasi, jaringan internet, dan media komunikasi lainnya yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengakses situs pelayanan publik.

Kedua, Portal Pelayanan Publik. Situs web Pemerintah pada internet penyedia layanan publik tertentu yang mengintegrasikan proses pengolahan dan pengelolaan informasi dan dokumen elektronik di sejumlah instansi yang terkait.

Ketiga, Organisasi Pengelolaan dan Pengolahan Informasi. Organisasi pendukung (back office) yang mengelola, menyediakan dan mengolah transaksi informasi dan dokumen elektronik.

Keempat, Infrastruktur dan Aplikasi Dasar. Semua prasarana, baik berbentuk perangkat keras dan lunak yang diperlukan untuk mendukung pengelolaan, pengolahan, transaksi, dan penyaluran informasi (antar back office, antar portal pelayanan publik dengan back office), maupun antar portal pelayanan publik dengan jaringan internet secara handal, aman, dan terpercaya.

Bagaimana kerangka pelaksanaan kebijakan dan strategi pengembangan e-government ?

Agar pelaksanaan kebijakan pengembangan e-government dapat dilaksanakan secara sistematik dan terpadu, maka penyusunan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standarisasi, dan panduan yang diperlukan harus konsisten dan saling mendukung. Perumusan yang akan dibuat perlu mengacu pada kerangka yang utuh, serta diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pembentukan pelayanan publik, dan penguatan jaringan pengelolaan dan pengolahan informasi yang handal dan tepercaya.

Seperti yang digambarkan dibawah ini, kerangka tersebut mengkaitkan semua kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, standarisasi dan panduan, sehingga terbentuk landasan untuk mendorong pembentukan kepemerintahan yang baik.

Bagaimana kebijakan anggaran pengembangan e-government ?

Pengembangan e-government disatu sisi memiliki kegiatan yang luas dan memerlukan investasi dan pembiayaan yang besar, disisi lain, ketersediaan anggaran pemerintah sangat terbatas dan masih digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang harus segera diselesaikan. Oleh sebab itu, pengalokasian anggaran untuk pengembangan e-government harus dilakukan secara hati-hati dan bertangungjawab agar anggaran yang terbatas tersebut dapat dimanfaatkan secara efisien, dan dapat menghasilkan daya ungkit yang kuat bagi pembentukan pamong yang baik. Diperlukan suatu siklus perencanaan, pengalokasian, pemanfaatan, dan pengevaluasian anggaran pengembangan e-government yang baik, sehingga pelaksanaan strategi untuk pencapaian tujuan strategis e-government dapat berjalan secara efektif. Untuk menghindarkan pemborosan anggaran yang merupakan uang pembayar pajak, maka perlu dikembangkan kerangka perencanaan dan pengalokasian anggaran.

http://duniamendoan.multiply.com/journal/item/4

E-LIBRARY

Perpustakaan berasal dari kata “Pustaka” menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan WJ. Purwadarminta, Kata pustaka artinya buku, sedangkan perpustakaan artinya kumpulan buku. Perpustakaan dalam bahasa inggris disebut “Library” berasal dari bahasa romawi yaitu “Librarium” yang terdiri dari kata Liber artinya buku sedangkan armarium artinya Lemari. Jadi dilihat dari kata asalnya, berarti lemari dimana didalamnya terdapat buku-buku.

Sebuah perpustakaan pada sebuah lembaga pendidikan pada hakekatnya adalah sebuah unit kerja yang bertugas memberikan layanan bacaan dan informasi kepada warga lembaga pendidikan tersebut agar proses belajar mengajar di lembaga pendidikan yang bersangkutan dapat belajar dengan baik.

E–Library (Electronic Library) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. E-Library merupakan suatu kumpulan/koleksi artikel-artikel dan laporan yang tersedia untuk bacaan on-line atau download, e-Library mengarah pada inisiatif pembelajaran integratif. E-Library merupakan sumber yang sempurna untuk mengirimkan teks lengkap dan referensi penting multimedia, serta mudah untuk digunakan dalam penelitian.

Menghadapi era informasi (information era), informasi menjadi sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Adanya perkembangan dan kemajuan bidang teknologi informasi (Information Technology) yang sangat pesat dewasa ini, mengharuskan perubahan paradigma dan kinerja pada pusat-pusat atau sumber informasi. Salah satu sumber informasi tersebut adalah perpustakaan, Salah satu upaya memaksimalkan pemanfataan dan penggunaan data/informasi di atas adalah mengembangkan infrastruktur informasi dengan konsep perpustakan digital (digital library) atau lebih dikenal dengan e-Library yang pada akhirnya akan menjadi perpustakaan virtual (virtual library), Digital Library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library.

E-Library mulai berkembang pesat sejak tahun 1990 diiringi dengan kemajuan teknologi jaringan komputer yang memungkinkan pengaksesan informasi dari satu tempat ke tempat lain yang sangat jauh dalam waktu singkat. Dimulai dengan terselenggarakannya “Workshop on Digital Libraries“ pada tahun 1994 di Amerika.

Tujuan dari membangun e-Library itu sendiri sangat bermacam – macam seperti Mendukung Pengembangan Kemanusiaan, Eksplorasi Musik Populer (Juga Video dan Multimedia Lain), Sumber Koleksi, Organisasi Bibliografis, Modus Akses, Digitasi Dokumen.

Manfaat e-library sebagai suatu layanan baru di perpustakaan bagi komunitas pengguna perpustakaan adalah sebagai berikut:

E-library merupakan layanan yang dapat membantu pada inisiatif pembelajaran yang terintgrasi.

E-library merupakan sumber yang sempurna untuk mengirmkan teks lengkap dan referensi penting mutimedia, mudah untuk digunakan dalam penelitian, serta dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Mahasiswa menemukan jawaban yang mereka butuhkan lebih dari 2000 majalah, surat kabar, buku-buku dan transkrip teks lengkap: termasuk ribuan peta, gambar, website penddik dari pusat pekerjaan rumah dan file audio/vidio.

Dosen dan pustakawan bekerja sama untuk membangun mata rantai yang kuat terhadap isi yang terpilih. Menciptakan daftar bacaan dengan halaman-halaman topik, pelajaran-peajaran dan halaman minat dan kepentingan komuitas perguruan tinggi.

Mengurangi terjadinya pengulangan kegiatan (plagiarism).

Penyebaran dan akses informasi akan lebih cepat tanpa batas waktu dan ruang, karena tidak terikat secara fisik.

bersifat lebih luas dari katalog induk dunia (universal main catalogue) dan mampu Melakukan kerjasama dalam jejaring informasi (information networking).

Dalam mengimplementasikan e-Library, banyak kelebihan yang didapat seperti dokumen mudah ditelusur, keawetan dokumen terjamin, dan lain – lain. Namun Demikian, e-Library sendiri masih memiliki kelemahan seperti hak cipta pada dokumen digital, gangguan virus, digitalisasi dokumen non – elektronik, dan lain – lain. Oleh karena itu, perlu untuk memahami e-Library terlebih dahulu.

Selain itu, membangun suatu e-Library atau perpustakaan digital merupakan suatu usaha besar yang memerlukan perencanaan yang seksama. Hal ini harus disadari bahwa menyebarluaskan setiap jenis informasi berimplikasi pertanggungjawaban tertentu seperti hak cipta, masalah sosial dan masalah etis.

Untuk membangun e-Library, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan agar pembangunan e-Library tersebut dapat berjalan optimal. Adapun faktor – faktornya seperti analisis kebutuhan, studi kelayakan, pemilihan software, aspek manusia, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk mengembangkan suatu program perpustakaan digital harus didukung dana dan sumberdaya manusia yang handal karena harus mampu mengelola berbagai komponen penting di dalamnya seperti : isi (content); sumberdaya informasi (information resources), aplikasi informasi (information application) dan jasa informasi (information services).

E-Library vs Manual Library :

a. Kecepatan akses informasi

E-library lebih cepat dari pada manual library

b. Kebutuhan ruang khusus

E-library tidak membutuhkan ruang khusus sedangkan manual library membutuhkannya.

c. Waktu

Waktu E-library tidak terbatas sedangkan manual library sesuai dengan jadwal

d. Jarak

E-library : tidak terbatas

Manual library : terbatas

e. Biaya

E-library : relatif murah

manual library : agak mahal

Digitalisasi Dokumen :

Digitalisasi dokumen memerlukan scanner dengan OCR (Optical Character Recoqnition). Apabila dokumen itu begitu tua dan huruf-huruf serta layoutnya tidak terlalu beraturan, mungkin cukup di-scan menjadi berkas digital saja dan informasi tentang dokumen ini cukup disediakan lewat metadata tentang dokumen itu.

Presentasi Perpustakaan Digital Presentasi suatu perpustakaan digital dimulai dengan software yang dipilih. Baik software Greenstone Digital Library, Open Journal System ataupun Content Management System mempunyai tampilan standarnya masing-masing. Tampilan ini dapat diubah dengan sedikit mengubah kodenya. Pada OJS atau Joomla yang dibuat dengan menggunakan PHP, pengubahan tampilan relative mudah dilakukan. Greenstone Digital Library (menggunakan C++ dan decompile menjadi berbagai macam macro) juga dapat diubah tampilannya walaupun tidak sefleksibel software yang dibuat dengan PHP.

Komponen e-library:

Berdasarkan pada pengertian e-library komponen yang diperlukan di dalam e-library diantaranya :

Perangkat computer

Koneksi dengan internet

Ensiklopedia elektronik

E-books

Koleksi CD pembelajaran interaktif

File audio/video

Katalog buku

E-Library yang dapat mengoptimalkan layanan perpustakaan :

Semua komponen e-Library tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi layanan perpustakaan tetapi juga membantu meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

E-Library memberikan layanan mengembangkan imajinasi dan daya fikir jauh ke depan dengan memberikan informasi yang diperolehnya sesuai apa yang ingin dicapainya.

E-Library memberikan informasi yang cepat dan tepat ke sasaran, walaupun sering kali tebentur pada masalah bahasa karena sebagian besar sumber e-Library menggunakan bahasa Inggris. Tetapi, justru hal ini menjadi pemicu agar meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan juga membantu penguasaan bahasa Inggris secara tertulis.

Jaringan E-Library Indonesia :

Electronic Library:

— ITB memulai dengan WAIS-ISIS Network

— Berbasis CDS/ISIS, SIPISIS (IPB)?

— URL: http://www.lib.itb.ac.id/search.html

Electronic Library Network:

— URL: http://www.lib.itb.ac.id/isis

Pemanfaatan e-Library bagi komunitas sekolah :

Bagi Guru

Mendapatkan referensi tambahan untuk kepentingan mengajar dan penelitian.

Mendapatkan sajian yang lebih menarik dan menantang untuk kepentingan mengajar.

Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi.

Bagi Siswa

Mendapatkan referensi yang lengkap untuk kepentingan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Mendapatkan informasi tentang kemajuan-kemajuan informasi baik di bidang pendidikan maupun bidang yang lainnya.

Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi.

Bagi Pustakawan

Mampu memberikan layanan yang lebih bervariasi bagi komunitas sekolah.

Mampu membantu komunitas sekolah dalam menyediakan informasi yang diperlukan.

Dapat menyimpan data perpustakaan secara elektronik di computer (daftar buku, catalog, daftar anggota).

Mempermudah dalam pencarian data tentang perpustakaan sekolah.

Meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi.

Bagi Sekolah

Komunitas sekolah memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunitas sekolah.

Dengan memiliki komunitas yang berkualitas, sekolah akan menjadi sekolah yang unggul dan dapat menghasilkan lulusan yang unggul yang dapat berkompetisi di masyarakat dan menjadi generasi yang lebih baik yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Opini

Penerapan Teknologi Informasi (TI) saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di perpustakaan. Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terautomasi, perpustakaan digital atau cyber library.

Perpustakaan merupakan salah satu faktor terpenting di kampus yang dapat mendukung peningkatan prestasi dan kualitas mahasiswa, peningkatan dan kelancaran kegiatan belajar mengajar serta peningkatan mutu perguruan tinggi. Sementara perpustakaan sekolah mempunyai fungsi yang lebih khusus lagi. Selain sebagai bagian integral dari kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan juga sebagai pusat penelitian sederhana dan merupakan penunjang yang penting artinya bagi suatu riset ilmiah, sebagai bahan acuan atau referensi, yang memungkinkan para mahasiswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Yang juga tak kalah penting lagi perpustakaan sekolah sebagai pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif. Perpustakaan berfungsi sebagai salah satu faktor yang mempercepat akselerasi transfer ilmu pengetahuan, Selain itu juga perpustakaan berfungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan dalam rangka mencerdakan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Perkembangan zaman yang begitu pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi, perpustakaan mencoba mengikuti dan menjawabnya dengan mengadakan e-library yang diharapkan lebih mampu memberikan layanan dan nuansa yang berbeda bagi pengguna perpustakaan sehingga kualitas yang diharapkan dapat tercapai. Dalam hal ini perpustakaan perguruan tinggi berhubungan dengan jaringan perpustakaan dan informasi yang lebih luas sesuai dengan prinsip Manifesto Perpustakaan Umum yang dikeluarkan oleh UNESCO. Staf perpustakaan menunjang penggunaan buku dan sumber informasi lainnya, mulai dari buku fiksi sampai dokumenter, dari tercetak sampai elektronik, yang tersedia di perguruan tinggi maupun tempat lain.

Kesimpulan :

Perpustakaan sebagai salah satu faktor terpenting di lembaga pendidikan harus berusaha untuk selalu meningkatkan pelayanan bagi komunitas di lembaga pendidikan agar dapat memberikan akses yang mendukung. E-Library merupakan hal yang dapat mendukung kegiatan komunitas di lembaga pendidikan dalam mengakses informasi untuk kepentingan peningkatan mutu pendidikan.

Salah satu upaya memaksimalkan pemanfataan dan penggunaan informasi adalah mengembangkan infrastruktur informasi dengan konsep perpustakan digital (digital library) atau lebih dikenal dengan e-Library yang pada akhirnya akan menjadi perpustakaan virtual (virtual library). Digital Library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual library. Keuntungan akan adanya perpustakaan digital antara lain : mengurangi terjadinya pengulangan kegiatan (plagiarism), penyebaran dan akses informasi akan lebih cepat tanpa batas waktu dan ruang, karena tidak terikat secara fisik, bersifat lebih luas dari katalog induk dunia (universal main catalogue) dan mampu melakukan kerjasama dalam jejaring informasi (information networking).

Untuk mengembangkan suatu program perpustakaan digital harus didukung dana dan sumberdaya manusia yang handal karena harus mampu mengelola berbagai komponen penting di dalamnya seperti : isi (content); sumberdaya informasi (information resources), aplikasi informasi (information application) dan jasa informasi (information services).

http://ahmadmang.blogspot.com/2010/01/pengertian-e-library.htmlv

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s